Resensi Buku: Law’s Reality: A Philosophy of Law - Allan Beever
Judul buku: Law’s Reality: A Philosophy of Law
Penulis: Allan Beever
Penerbit: Edward Elgar Publishing
Tahun: 2021
Filsafat hukum sering kali terjebak dalam perdebatan lama yang berulang-ulang. Dalam buku Law’s Reality, Allan Beever berusaha memecahkan kebuntuan tersebut dengan pendekatan yang lebih segar. Buku ini tidak hanya mengkritik tradisi jurisprudence modern, tetapi juga menawarkan fondasi baru untuk memahami hakikat hukum. Tulisan ini cocok bagi siapa saja yang ingin melihat hukum dari perspektif yang lebih dalam dan terkait dengan realitas sosial.
Ringkasan Isi Utama
Buku ini tersusun dalam tiga bagian utama. Bagian pertama membahas kondisi filsafat hukum saat ini dan kritik terhadap agenda yang ditetapkan oleh HLA Hart dalam The Concept of Law. Bagian kedua membangun ontologi hukum dengan memanfaatkan teori filsafat sosial John Searle, dimulai dari konsep kesengajaan (intentionality), bahasa, latar belakang sosial, interpretasi, institusi, hingga hukum itu sendiri. Bagian ketiga merekonstruksi berbagai topik klasik seperti aturan, normativitas, prosedur, prinsip, otoritas, dualisme, moralitas, pemahaman, dan justifikasi hukum.
Argumen Utama
Beever berpendapat bahwa filsafat hukum modern telah kehilangan arah karena terlalu fokus pada isu-isu sampingan. Ia menyebut pendekatan Hart bersifat “quasi-ontological”, yaitu seolah membahas hakikat hukum, tetapi sebenarnya hanya berkutat pada hubungan hukum dengan moral, kewajiban, dan aturan. Menurutnya, positivisme hukum membuat disiplin ini menjadi terisolasi dari filsafat umum, ketinggalan zaman, dan terlalu sibuk membahas perdebatan antar tokoh besar.
Solusi yang ditawarkan Beever adalah memahami hukum sebagai institusi sosial menggunakan kerangka John Searle. Hukum bukanlah benda fisik, melainkan realitas yang diciptakan melalui kesepakatan kolektif manusia. Ia nyata karena diakui bersama, namun bukan berarti bersifat mutlak atau dapat diubah secara sewenang-wenang oleh individu. Pendekatan ini membantu menjelaskan mengapa hukum tetap memiliki kekuatan mengikat meskipun bersifat “dibuat-buat”.
Kelebihan Buku
- Menyajikan kritik yang tajam namun disertai tawaran solusi yang koheren.
- Mengintegrasikan filsafat sosial modern (Searle) ke dalam studi hukum dengan cara yang sistematis.
- Bahasa penulis relatif jernih dengan contoh-contoh yang membantu pemahaman.
- Membuka ruang dialog antara filsafat hukum dengan ilmu sosial lainnya seperti sosiologi dan antropologi.
- Struktur buku yang logis, dari kritik menuju pembangunan dan rekonstruksi.
Catatan Kritis
Buku ini cukup padat dan filosofis, sehingga pembaca pemula mungkin merasa kesulitan terutama pada bagian ontologi Searle. Kritik Beever terhadap tradisi Hart terkadang sangat tajam, yang bisa terasa kurang seimbang bagi penganut positivisme. Selain itu, pembaca diharapkan sudah memiliki pengetahuan dasar tentang filsafat hukum klasik agar dapat mengikuti argumen dengan baik.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Law’s Reality merupakan karya penting yang menyegarkan di tengah kejenuhan filsafat hukum kontemporer. Allan Beever berhasil menunjukkan bahwa memahami hukum sebagai realitas sosial dapat membawa perspektif baru yang lebih produktif.
Buku ini sangat direkomendasikan bagi mahasiswa pascasarjana hukum, dosen, peneliti, dan praktisi hukum yang ingin mendalami fondasi filosofis profesi mereka. Cocok dibaca oleh mereka yang sudah familiar dengan teori hukum dasar dan mencari pandangan yang lebih inovatif di luar perdebatan positivism-natural law klasik.
Comments
Post a Comment