Judul Buku : Judicial Protection of Fundamental Rights on the Internet: A Road Towards Digital Constitutionalism?
Penulis : Oreste Pollicino
Penerbit : Hart Publishing
Tahun : 2021
Buku ini membahas peran pengadilan dalam melindungi hak-hak dasar di era internet, khususnya kebebasan berekspresi serta privasi dan perlindungan data. Oreste Pollicino, seorang ahli hukum konstitusi Eropa, menganalisis bagaimana kemajuan teknologi digital memengaruhi praktik peradilan di Eropa dan Amerika Serikat. Melalui pendekatan komparatif, buku ini menunjukkan adanya penguatan peran hakim (judicial momentum) akibat kelambatan legislasi dalam menghadapi tantangan digital. Buku ini relevan bagi siapa saja yang tertarik dengan ketegangan antara teknologi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum di masyarakat informasi.
Ringkasan Isi Utama
Buku ini terdiri dari lima bab utama. Bab pertama membahas amplifikasi peran hakim di era digital, termasuk penggunaan metafor dan kerangka peradilan (judicial frames). Bab kedua dan ketiga menganalisis perlindungan kebebasan berekspresi serta privasi dan data protection secara komparatif antara pengadilan Eropa (ECtHR dan CJEU) dengan Mahkamah Agung AS. Bab keempat mengeksplorasi hubungan antara kedua hak tersebut di ruang informasi global. Bab penutup membahas implikasi kekuasaan platform digital dan pelajaran dari pandemi COVID-19 bagi konstitusionalisme digital.
Argumen Utama
Pollicino berargumen bahwa internet telah memperkuat peran pengadilan karena adanya kelambatan legislatif dan sifat transnasional teknologi. Hakim menggunakan kerangka interpretasi dan metafor untuk menyesuaikan aturan konstitusional dengan dunia digital. Di Eropa, terdapat kecenderungan perlindungan yang lebih kuat terhadap privasi dan data, sementara di AS penekanan pada kebebasan berekspresi masih sangat dominan. Penulis melihat proses ini sebagai langkah menuju konstitusionalisme digital, di mana pengadilan berperan membatasi kekuasaan privat platform yang semakin besar, sekaligus menjaga keseimbangan hak fundamental.
Kelebihan Buku
- Pendekatan komparatif yang tajam: Memberikan gambaran jelas perbedaan pendekatan Eropa dan AS.
- Analisis konseptual mendalam: Penggunaan konsep judicial frames dan metafor membuat pembahasan lebih kaya secara teoritis.
- Relevansi kontemporer: Membahas isu aktual seperti pandemi dan kekuasaan platform.
- Bahasa yang terstruktur: Meski akademis, penjelasannya mudah diikuti dengan contoh kasus nyata.
Catatan Kritis
Buku ini sangat berfokus pada perspektif Eropa dan AS, sehingga pembaca dari negara berkembang mungkin merasa kurang ada pembahasan konteks non-Barat. Beberapa bagian cukup teknis dan memerlukan pemahaman dasar hukum konstitusi serta teknologi informasi.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Judicial Protection of Fundamental Rights on the Internet berhasil menunjukkan bagaimana pengadilan menjadi garda terdepan dalam melindungi hak dasar di era digital. Buku ini menegaskan pentingnya konstitusionalisme digital untuk menyeimbangkan inovasi teknologi dengan nilai demokrasi dan hak asasi. Sangat direkomendasikan bagi mahasiswa hukum, akademisi, hakim, dan pembuat kebijakan digital. Di Indonesia, buku ini dapat menjadi bahan refleksi untuk memperkuat peran peradilan dalam regulasi platform dan perlindungan data masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
